Jika kamu adalah seorang pemula untuk mulai melukis atau hanya sekedar mencari informasi, kamu bisa membaca sedikit tulisan dihalaman ini tentang “Tutorial” melukis menggunakan pensil yang cocok untuk pemula.

Gambar diatas adalah contoh hasil teknik arsir dengan pensil. Arsir memberikan efek 2 dimensi yang lebih nyata dengan mengatur ketebalan arsiran pada bagian tertentu.

Kita dapat melukis dengan berbagai macam peralatan, semakin lengkap maka hasilnya juga akan maksimal namun jika kita memiliki Skill maka peralatan sederhanapun tidak jadi masalah.

Disini saya akan menjabarkan tahapan (tutorial) dalam melukis dan beberapa pemahaman teknik arsir menggunakan sebuah pensil dan penghapus pada sebuah media (buku gambar).

“Pahami & Lakukan secara bertahap

Tahap Pertama : Membuat kerangka gambar

  • Siapkan peralatan & media lukisnya.
  • Duduk & santailah sambil memikirkan objek apa yang akan dilukis (mantan misalnya) eh
  • Gambar perlahan objek tersebut mulai dari rangka terlebih dahulu, bila perlu gunakan garis bantu dengan goresan yang tipis.

Tahap Kedua : Memahami lekukan objek

  • Tentukanlah posisi sumber cahaya (arah cahaya datang). Kita bisa mengibaratkan hal ini seperti sebuah “senter” yang menyala dalam gelap & diarahkan ke sebuah benda. Sebelum lanjut ke tahap berikutnya sebaiknya kamu harus paham terlebih dahulu tentang pancaran cahaya serta sifat-sifat cahaya.
  • Tujuan menentukan posisi sumber cahaya adalah agar kita tau sisi objek mana yang memiliki bayangan, karena yang akan kamu arsir itu adalah “bayangan mantan” serta bagian objek yang memiliki warna asli lebih dominan contohnya rambut yang hitam akan diarsir lebih gelap dari pada warna kulit.
  • Pahamilah apa yang disebut “lekukan” pada tiap permukaan objek. Lekukan dipastikan memilki sebuah kedalaman sisi yang dapat menghasilkan bayangan

Tahap Ke Tiga : Mulai mengarsir

  • Disarankan agar tidak menghitamkan / menebalkan bayangan menjadi lebih gelap sebelum kamu yakin akan hasil akhirnya.
  • Mata pensil sebaiknya jangan terlalu tajam karna dapat merusak permukaan media terutama kertas.
  • Bayangkan objek tersebut menjadi objek 3 dimensi dan memiliki setiap sisi yang sempurna untuk mengetahui posisi lekukan sehingga dapat mengarsir bayangan.
  • Mulailah mengarsir pada sisi yang paling gelap/minim cahaya ke sisi yang paling terang.

Tahap Ke Empat : Pahami batas arsiran

  • Pahamilah tentang perbatasan warna arsiran seperti gambar dibawah ini …
  • Semakin mendekati batas antar warna, tekanan arsir oleh pensil     ke media seharusnya semakin lemah. Ini membuat kontras pada daerah tersebut  menjadi rendah. (Bukan berarti jika memilih “hard” adalah salah, namun itu terserah keinginan kamu dengan gaya arsirmu).
  • Kamu bisa menggunakan kain halus, tisu atau sarung tangan untuk menghaluskan goresan masa lalu (maksudnya goresan pensil).

Tahap Akhir : Pertegas kerangka sketsa

  • Jika kamu sudah yakin dengan kerangka sketsanya, sentuhan terakhir.. kita perlu menebalkannya (mungkin pensilnya harus di raut lagi)
  • catatan : untuk tahap ini kita harus hati-hati karena yang akan di tebalkan / yang dipertegas adalah bagian tergelapnya.
  • Sesuaikan tekanan pensil terhadap  kertas sehingga sisi yang “tergelap” tadi menjadi terlihat jelas, dan kertasnya tidak rusak.

Selesai ….

Tips : Jangan meniup serpihan pensil atau penghapus di atas kertas anda karena rentan terkena resiko kertas robek oleh muncratan air liur :v

Tutorial mengarsir ini tercipta berdasarkan kebiasaan admin sendiri. Jika kalian punya cara sendiri itu bagus dong sob, dan hal ini tidak di perlukan kemampuan khusus, asalkan suka juga paham tekniknya, itu dapat dicapai.

Diterbitkan oleh natalisdeo

When I see the stars tonight I feel a lot of somethings. I hope that if I see the stars tonight, there will be someone, who misses me too.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai